BARRU - Kabupaten Barru bersiap memiliki pusat ekonomi baru di sektor kelautan. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap II tahun 2025 resmi dimulai di Matene, Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau.
Proyek ambisius besutan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mengucurkan anggaran fantastis mencapai Rp 22 Miliar.
Dimulainya proyek strategis ini ditandai dengan sosialisasi dan penandatanganan berita acara penyerahan lokasi pekerjaan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Barru, perwakilan KKP, serta tokoh masyarakat setempat, baru-baru ini.
Bukan sekadar penataan kawasan, KNMP Matene akan dilengkapi dengan 22 infrastruktur modern yang terintegrasi.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memodernisasi cara kerja nelayan sekaligus menghidupkan sektor pariwisata lokal. Beberapa fasilitas utama yang akan dibangun meliputi:
- Pusat Produksi: Pabrik es, shelter coolbox, dan bengkel nelayan.
- Akses Kelautan: Sentra pendaratan ikan dan docking (galangan) kapal.
- Ekosistem Sosial & Wisata: Sentra kuliner, balai pertemuan, dan fasilitas toilet umum.
PPK KNMP Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Iswadi Rachman, S.P., M.Si, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.
"Di Sulawesi Selatan, terdapat delapan lokasi KNMP. Barru dan Maros terpilih masuk dalam tahap kedua ini. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat agar dampak kesejahteraannya bisa langsung dirasakan nelayan, " ujar Iswadi.
Satu poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah aspek pemberdayaan warga lokal.
Pemerintah daerah dan pihak pelaksana berkomitmen agar proses pembangunan ini menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar Matene, sehingga manfaat ekonomi sudah bisa dirasakan bahkan sejak masa konstruksi.
Direktur PT Gunung Landoli Jaya selaku pelaksana proyek juga turut hadir memastikan kesiapan teknis pembangunan agar berjalan tepat waktu dan tepat mutu.
Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih ini, wajah Matene diprediksi akan berubah menjadi kawasan pesisir yang lebih tertata, mandiri secara ekonomi, dan menjadi ikon baru di Kabupaten Barru.

AHKAM